PEFINDO Naikkan Peringkat Obligasi Hijau ARKO 2023 ke idA+(pg), Bukti Kredibilitas yang Makin Kuat!
PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO) resmi menaikkan peringkat Obligasi Berwawasan Lingkungan I Tahun 2023 milik PT Arkora Hydro Tbk (IDX: ARKO) dari idA(pg) menjadi idA+(pg). Kenaikan peringkat ini menunjukkan peningkatan kredibilitas dan kinerja keuangan ARKO yang semakin solid. Peringkat terbaru ini berlaku selama periode 3 Maret 2025 hingga 1 Maret 2026.
Faktor Utama Kenaikan Peringkat
PEFINDO menegaskan bahwa kenaikan peringkat ini mencerminkan peningkatan profil bisnis ARKO yang signifikan. Perusahaan saat ini mengoperasikan tiga pembangkit listrik tenaga air (PLTA) dengan total kapasitas 27,4 megawatt (MW), yakni Cikopo, Tomasa, dan Yaentu. Ketiga pembangkit ini telah beroperasi stabil, memberikan fundamental yang kuat bagi ARKO.
Tak hanya itu, ARKO juga tengah membangun dua pembangkit baru dengan kapasitas total 15,4 MW, yaitu Kukusan-2 dan Tomoni. Perusahaan juga mencatat keberhasilan dalam memenangkan tender proyek pembangkit dalam pipeline berkapasitas 20 MW di Nosu serta memperluas kapasitas Kukusan-1 menjadi 4,5 MW. Dengan perkembangan ini, ARKO semakin memperkuat posisinya dalam industri energi terbarukan.
Dalam rilisnya pada Selasa (4/3), PEFINDO menyatakan, “Perusahaan dapat memperkuat profil keuangannya secara berkelanjutan, mencerminkan manajemen yang solid dan strategi ekspansi yang tepat.” Hal ini menunjukkan bahwa ARKO mampu menjaga keseimbangan antara ekspansi bisnis dan kestabilan keuangan.
Penjaminan Obligasi oleh IIF
Salah satu faktor utama yang turut mendukung kenaikan peringkat adalah adanya penjaminan sebagian dari PT Indonesia Infrastructure Finance (IIF), yang memiliki peringkat idAAA/Stabil. Instrumen utang ini dijamin dengan mekanisme yang mencakup:
- Jaminan nilai pokok obligasi secara pro-rata sekurang-kurangnya 75%.
- Pembayaran kupon triwulanan minimal 200%.
- Biaya keterlambatan pembayaran kupon dan/atau penalti sekurang-kurangnya Rp7,0 miliar.
Dengan mekanisme ini, risiko bagi investor dapat diminimalisir, menjadikan obligasi ARKO lebih menarik bagi pasar. Jaminan ini dapat berkurang secara bertahap sesuai dengan jatuh tempo setiap seri obligasi, namun tetap mempertahankan batas pro-rata 75% dari jumlah pokok dan kupon triwulanan.
Prospek Keuangan dan Tantangan ke Depan
Kenaikan peringkat ini juga mencerminkan kekuatan fleksibilitas keuangan ARKO yang semakin solid, ditambah dengan dukungan dari pemerintah dalam pengembangan energi terbarukan. Sebagai bagian dari strategi nasional menuju energi hijau, keberadaan perusahaan seperti ARKO menjadi kunci dalam diversifikasi pasokan listrik berbasis energi ramah lingkungan.
Namun, PEFINDO juga mencatat beberapa tantangan yang perlu diperhatikan oleh ARKO, di antaranya:
- Posisi ARKO yang masih tergolong moderat sebagai produsen tenaga listrik independen di sektor mini hidro.
- Profil keuangan yang tergolong agresif dengan ekspansi yang cepat.
- Risiko terkait kondisi hidrologis yang bisa mempengaruhi produksi listrik.
Jika terjadi perubahan signifikan dalam profil keuangan ARKO atau struktur penjaminan kredit, maka hal tersebut bisa berpengaruh terhadap peringkat obligasi di masa mendatang.
Peningkatan peringkat obligasi ARKO ke idA+(pg) oleh PEFINDO merupakan bukti bahwa perusahaan ini semakin dipercaya oleh pasar dan memiliki fundamental yang kuat. Dengan strategi ekspansi yang tepat dan dukungan dari IIF, ARKO memiliki peluang besar untuk terus berkembang dalam industri energi terbarukan di Indonesia.