BBTN Fokus Jadi Bank Transaksi untuk Topang Pendanaan dan Dorong Ekonomi Nasional
PT Bank Tabungan Negara Tbk (IDX:JK:BBTN) menegaskan komitmennya untuk terus berinovasi mendorong pertumbuhan kredit dan Dana Pihak Ketiga (DPK). Dengan strategi transformasi bisnis jangka menengah, BBTN siap menjadi bank transaksi utama di Indonesia, mengandalkan kekuatan pendanaan berbasis dana murah.
Transformasi Bisnis 2025-2029: BBTN Fokus pada Pendanaan Efisien
Sekretaris Perusahaan BBTN, Ramon Armando, menyatakan bahwa BTN akan melanjutkan transformasi bisnis untuk periode 2025-2029 dengan fokus utama menjadi transactional bank. Fokus ini diarahkan pada penguatan pendanaan berbasis tabungan yang stabil, efisien, dan sehat.
“Kami tidak hanya berfokus pada ekspansi kredit, tetapi juga pada penguatan pendanaan berbasis tabungan yang stabil dan efisien. Dengan demikian, BTN dapat terus menghadirkan solusi keuangan komprehensif bagi masyarakat Indonesia,” ujar Ramon.
Kontribusi Signifikan Sektor Perumahan pada Ekonomi Nasional
BBTN berhasil membukukan kinerja solid, khususnya dalam pembiayaan perumahan. Ramon meyakini bahwa sektor perumahan akan terus menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi, mengingat dampak turunannya terhadap 181 sub sektor pendukung, seperti industri semen, batu bata, keramik, dan genteng.
Selain itu, sektor perumahan diperkirakan mampu menyerap 500.000 tenaga kerja setiap tahunnya, menjadikannya pilar penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.
Pertumbuhan Kredit dan Pembiayaan yang Menggembirakan
Sepanjang tahun 2024, BTN berhasil membukukan penyaluran kredit dan pembiayaan sebesar Rp357,97 triliun, tumbuh 7,3% secara tahunan dari Rp333,69 triliun di 2023. Pertumbuhan ini didorong oleh bisnis Kredit Pemilikan Rumah (KPR) baik subsidi maupun non-subsidi:
- KPR Subsidi: Rp173,84 triliun (naik 7,5% YoY).
- KPR Non-Subsidi: Rp105,95 triliun (tumbuh 10,2% YoY).
Peningkatan permintaan terhadap kepemilikan rumah menjadi pendorong utama pertumbuhan ini, memperkuat posisi BTN sebagai pemimpin pasar di segmen pembiayaan perumahan.
Pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang Lebih Tinggi dari Industri
Di sisi pendanaan, BTN mencatat pertumbuhan DPK sebesar 9,1% YoY menjadi Rp381,67 triliun di tahun 2024, lebih tinggi dari pertumbuhan DPK industri yang hanya 4,48% YoY.
Pertumbuhan ini didukung oleh peningkatan dana murah berupa tabungan dan giro (CASA), dengan kontribusi mencapai 54,1% dari total DPK, naik dari 53,7% di tahun sebelumnya. CASA BTN pun tumbuh 9,8% YoY.
“Pertumbuhan DPK BTN lebih tinggi dari industri sejalan dengan upaya meningkatkan transaksi dana murah dari ritel dan institusi, termasuk melalui digital channel,” jelas Ramon.
Transformasi Digital: Bale by BTN
Salah satu inisiatif transformasi digital utama BTN adalah peluncuran Bale by BTN, pengembangan dari aplikasi BTN Mobile yang diperbarui pada 2023. Transformasi ini menghasilkan pertumbuhan signifikan:
- Pengguna Bale by BTN mencapai 2,2 juta pada akhir 2024 (naik 107% YoY).
- Target pengguna pada 2025 dipatok antara 3,6 juta hingga 4 juta.
Keberhasilan transformasi digital ini membuktikan bahwa BTN mampu bersaing di era digital, mengandalkan teknologi untuk memperkuat basis pendanaan dan meningkatkan efisiensi operasional.
Kepercayaan Masyarakat dan Praktik Good Corporate Governance (GCG)
Pertumbuhan bisnis BTN yang solid juga ditopang oleh tingginya kepercayaan masyarakat. Sebagai Bank BUMN, BTN diawasi oleh pemerintah, OJK, Bank Indonesia, dan dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).
“BTN selalu mengedepankan prinsip good corporate governance (GCG) dalam setiap operasionalnya. Tak heran jika masyarakat merasa aman menyimpan dananya di BTN,” tegas Ramon.
Masa Depan Cerah BBTN sebagai Bank Transaksi Utama
Dengan strategi menjadi bank transaksi utama, BBTN memfokuskan diri pada pendanaan berbasis dana murah, transformasi digital, dan penguatan bisnis KPR. Semua ini diyakini akan mendorong pertumbuhan berkelanjutan dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.